Asisten III KLU Menanda Tangani Deklarasi Pencanangan Desa Percontohan Rumah Ibu Hamil Bebas Asap Ro

Administrator 23 Maret 2016 13:25:36 WIB

Lembaga kesehatan dunia, WHO, memperkirakan bahwa pada tahun 2030, 70% kematian yang disebabkan oleh rokok di seluruh dunia akan terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

 

Hal tersebut terungkap saat Asisten III KLU, H Zulfadli.SE, membuka acara sosialisasi dan Pencanganan gerakan  Rumah Ibu hamil Bebas Asap rokok di Aula Kantor Bupati KLU, Senin (21/03). Yang digagas oleh USAID, PKMK FK UGM dan RTI International .

 

Asisten III dalam sambutannya mengatakan "survey  yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia, Riset Kesehatan Dasar 2013, menyebutkan prevalensi perokok umur ≥15 tahun yang merokok dan mengunyah tembakau cenderung meningkat, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 sebesar 34,2 persen, Riskesdas 2010 sebesar 34,7 persen dan Riskesdas 2013 menjadi 36,3 pesen.

 

“saya katakan bahwa untuk perokok, NTB masih harus berbenah karena angka perokok kita masih lebih tinggi dari pada persentase nasional. Riskesdas 2013 menyatakan perilaku merokok penduduk usia 15 tahun keatas di Indonesia masih belum terjadi penurunan dari 2007-2013, bahkan cenderung mengalami peningkatan dari 34,2% pada 2007 menjadi 36,2% pada 2013. “katanya.

 

Asisten melanjutkan “Penelitian di tingkat internasional mengungkapkan bahwa terkena asap rokok orang lain akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan dan terutama untuk kehamilan. Paparan asap rokok orang lain juga menyebabkan peningkatan risiko bagi seorang ibu untukmelahirkan bayi kecil dan bayi yang prematur atau kurang bulan. Pada Riskesdas 2013, angka berat badan lahir rendah (BBLR) di NTB sebesar 12% atau 15% pada 2010; lebih tinggi dari angka nasional yaitu 10,2%.” Paparnya.

 

Diakhir sambutannaya beliau mengatakan ”Untuk itu, Gerakan Sayangi Ibu Hamil dengan Tidak Merokok di Dalam Rumah oleh Fakultas Kedokteran UGM dan Dinas Kesehatan  Kabupaten Lombok Utara  sangatlah tepat dan harus menjadi perhatian bersama. Pencanangan gerakan ini perlu didukung oleh berbagai pihak dari Dinas Kesehatan, puskesmas, kecamatan hingga lingkup pemerintahan terkecil yaitu dusun agar dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya” harapnya.

 

Sementara itu Ketua Tim dari UGM, Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D mengatakan ”Indonesia merupakan Negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia, dengan dua dari tiga pria Indonesia adalah perokok. Merokok menimbulkan beban kesehatan, sosial dan ekonomi tidak saja bagi perokok, tetapi juga bagi orang yang terpapar asap rokok. Perokok pasif terutama bayi dan anak- anak perlu dilindungi haknya dari kerugian akibat paparan asap rokok. Penelitian di beberapa negara lain.

 

“Saya bersama tim yang berasal dari  USAID, PKMK FK UGM dan RTI International bermaksud melakukan penelitian terhadap dampak Penurunan Pajanan Asap Rokok di Dalam Rumah Terhadap Prevalensi Bayi Berat Lahir Rendah dan Kesehatan Neonatus.

 

Penelitian ini akan dilakukan di Nusa Tenggara Barat (NTB) yaitu di Kabupaten Lombok Utara dan di Kabupaten dan Kota Bima. Kabupaten Lombok Utara di dalam penelitian ini merupakan wilayah intervensi sedang Kabupaten dan Kota. ”Ungkapnya.

 

Acara tersebut dihadiri oleh Asisten 3 KLU, Kadis Kesehatan KLU, para camat, dan dari USAID, PKMK FK UGM dan RTI International  serta tamu undangan yang terkait dengan program tersebut .

SUMBER :(http://lombokutarakab.go.id/v1/berita/698-asisten-iii-klu-menanda-tangani-deklarasi-pencanangan-desa-percontohan-rumah-ibu-hamil-bebas-asap-rokok)

Komentar atas Asisten III KLU Menanda Tangani Deklarasi Pencanangan Desa Percontohan Rumah Ibu Hamil Bebas Asap Ro

01 April 2020 06:03:49 WIB

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

KONTAK AMBULAN DESA

087761815446

Lokasi MEDANA

tampilkan dalam peta lebih besar